Selasa, 15 September 2015

Bermacam Jenis Barong Bali Setelah sebelumnya sudah membahas tentang Pertunjukkan Tari Barong, kini balitour.net akan membahas mengenai jenis-jenis barong yang ada di Bali. Selain Barong Ket yang sering dipertunjukkan untuk pariwisata, terdapat juga jenis-jenis barong lain seperti Barong Bangkal, Barong Brutuk, dan lain-lain. Berikut akan dibahas jenis-jenis barong yang ada di Bali. Barong Ket barong ket di baliBarong Ket atau Barong Keket adalah barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan. Barong Ket memiliki perpaduan bentuk antara singa, macan,sapi dan naga. Badan barong ini dihiasi dengan kulit dengan ukiran indah dan kaca cermin kecil yang berkilauan ketika tertimpa cahaya. Bulu Barong Ket terbuat dari kombinasi serat daun pandan dan ijuk. Ada pula yang mengganti ijuk dengan bulu burung gagak. Barong Ket ditarikan oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk atau Juru Bapang. Juru Bapang pertama menarikan bagian kepala, sedangkan yang satunya di bagian ekor. Dalam pertunjukkan, Barong Ket ditarikan berhadapan dengan Rangda, yaitu sosok seram yang melambangkan adharma (keburukan). Pertempuran Barong Ket dan Rangda melambangkan pertempuran abadi andara dharma dan adharma (rwa bhineda) di alam semesta. Tari Barong Ket diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan. Barong Bangkal barong bangkal di baliBarong Bangkal adalah barong dengan bentuk babi hutan / babi jantan dewasa. Biasanya Barong Bangkal dipentaskan dengan cara ngelelawang atau menari dari rumah ke rumah berkeliling desa pada saat perayaan hari raya Galungan-Kuningan. Barong ini juga merupakan hiburan yang sangat menarik bagi anak-anak karena ketika ngelawang biasanya Barong Bangkal akan mengejar anak-anak yang ikut menyaksikan barong ini. Alih-alih takut, anak-anak ini biasanya akan sangat senang dan malah menggoda Barong Bangkal agar terus mengejar mereka. Barong ini ditarikan oleh dua orang penari dengan iringan gamelan batel/tetamburan. Barong Macan barong macam di baliBarong macan memang berbentuk seekor macan seperti namanya. Barong ini betuknya hampir mirip dengan Barong Ket, tapi dengan kulit loreng-loreng dan wajah/topeng macan. Pementasan Barong Macan juga dilakukan layaknya Barong Bangkal, yaitu ngelawang berkeliling desa. Biasanya, pementasan barong ini juga dilengkapi dengan dramatari semacam Arja (opera tradisional Bali). Barong macan ditarikan oleh dua penari dengan iringan musik gamelan batel. Barong Gajah barong gajah di baliSeperti namanya barong ini tentu saja menyerupai seekor gajah. Barong ini termasuk barong yang langka dan jarang ditemui karena termasuk jenis barong yang keramat. Barong Gajah hanya terdapat di beberapa daerah di Gianyar, Tabanan, Badung dan Bangli. Barong ini ditarikan oleh dua orang penari sebagai kepala dan kaki. Pada saat-saat khusus, barong ini dipentaskan secara ngelewang dari rumah ke rumah berkeliling desa dengan iringan gamelan batel atau tetamburan. Barong Asu barong asu di baliAsu berarti Anjing, jadi Barong Asu merupakan barong dengan bentuk menyerupai anjing. Sama seperti Barong Gajah, Barong Asu juga termasuk jenis barong yang langka. Barong ini hanya terdapat di beberapa desa di daerah Tabanan dan Badung. Biasanya dipentaskan dengan berkeliling desa (ngelelawang) pada hari-hari tertentu dengan iringan gamelan batel atau tetamburan atau beleganjur. Barong Landung barong landung di baliBarong Landung adalah barong yang menyerupai manusia dengan perawakan yang sangat tinggi. Tinggi dari barong ini bahkan sekitar dua kali tinggi badan orang dewasa. Sosok laki-laki dinamakan Jero Gede, sedangkan pasangannya disebut Jero Luh. Konon, barong jenis dibuat untuk mengelabui mahluk-mahluk halus yang menebar bencana. Masyarakat Bali percaya bahwa mahluk-mahluk halus tersebut adalah kaki tangan Ratu Gede Mecaling, penguasa alam gaib di Lautan Selatan Bali yang berstana di Pura Dalem Ped, Nusa Penida. Untuk menangkal makhluk-makhluk tersebut, suatu waktu seorang pendeta menyarankan masyarakat untuk membuat patung yang mirip Ratu Gede Mecaling, yang sosoknya tinggi besar, hitam dan bertaring, lalu mengaraknya keliling desa. Ternyata cara tersebut berhasil. Para mahluk halus ketakutan melihat sosok yang mirip dengan tuan mereka. Hingga kini, di banyak desa, secara berkala masyarakat mengarak Barong Landung untuk menangkal bencana. hotel di bali Barong Kedingkling atau Barong Blasblasan barong blasblasan di baliBarong Kedingkling disebut juga Barong Blasblasan atau Barong Nong-Nong Kling. Tidak seperti barong-barong yang sebelumnya telah dijelaskan, barong ini memang memiliki rupa yang sangat jauh dari jenis barong lainnya. Barong ini lebih menyerupai kostum topeng seperti yang biasanya dijumpai pada pertunjukkan tarian-tarian Bali. Tokoh-tokoh dalam barong Kedingkling persis dengan tokoh-tokoh dalam Wayang Wong. Saat menari, cerita yang dibawakannya pun adalah cuplikan dari cerita Ramayana terutama pada adegan perangnya. Barong Kedingkling banyak terdapat di daerah Gianyar, Bangli dan Klungkung. Barong Brutuk barong brutuk di baliDiantara semua barong yang telah dijelaskan, Barong Brutuk adalah jenis barong yang paling langka. Barong ini hanya terdapat di desa Terunyan – Bangli, sebuah daerah tertutup di seberang Danau Batur yang juga terkenal akan keunikan proses pemakamannya. Barong ini memiliki bentuk yang lebih primitif dibandingkan dengan jenis barong Bali yang lain. Topeng barong ini terbuat dari batok kelapa dan kostumnya terbuat dari keraras atau daun pisang yang sudah kering. Barong ini melambangkan makhluk-makhluk suci pengiring Ida Ratu Pancering Jagat yang berstana di Pura Pancering Jagat, Terunyan. Penarinya pun tak boleh sembarangan. Orang yang boleh menarikan barong ini adalah remaja yang telah disucikan. Barong brutuk ditarikan dengan membawa cambuk yang dimainkan sambil berlari-lari mengelilingi pura. Barong ini diiringi dengan gamelan Beleganjur atau Babonangan.

Minggu, 13 September 2015

CARA BUDIDAYA ITIK ALABIO

Ini kisahku...
Pada waktu masih remaja saya sering bermain di kampung bulak penombo, pd waktu itu Tahun 1987 dikampung bulak masih dipenuhi alang-alang dan rawa, masih banyak babi hutannya, saya sering mancing dan berburu burung bangau.

Saya dan teman2 bersepeda dari Tanjung Priok, tiap hari libur kami senang ke kampung bulak penombo.

Saya tak menyangka sebelumnya ..seiring perjalanan waktu.... di akhir masa tua saya, saya kembali ke kampung Bulak Penombo.


Macam-macam Cara Budidaya Itik Alabio

Macam-macam Cara Budidaya Itik Alabio


Halo sahabat ternak, jumpa lagi dengan ulasan menarik dari tim Usahaternak. Kali ini kami akan membahas bagaimana cara yang benar dalam budidaya itik Alabio petelur. Cara-cara ini dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan dana, sarana dari peternak. Sebelumnya kita perlu berkenalan dengan itik Alabio terlebih dahulu agar tidak kaget seperti apa wujud dan ciri-cirinya.

Itik Alabio merupakan itik yang paling teruji tinggal di daerah rawa, benar saja memang pada awalnya itik Alabio dikembangbiakan di daerah Alabio yang terletak di tengah-tengah aliran sungai Nagara, anak sungai Barito yang merupakan salah satu kawasan banjir/ kawasan rawa lebak terluas yang ada di provinsi Kalimantan Selatan. Itik Alabio (Anas Platyrynchos Borneo) atau identik dengan sebutan 'itik rawa' sebetulnya termasuk ke dalam kategori itik petelur yang khusus dibudidayakan. Jenis itik ini ternyata masih saudara dengan itik-itik lokal seperti itik Tegal (Jawa Tengah), itik Mojokerto (Jawa Timur), itik Bali (di Bali), itik Karawang (Jawa Barat), atau itik Pegagan (Sumatra Selatan) dimana jika dilihat sepintas secara fisik tidak jauh beda. Cara budidayanya juga termasuk mudah, jika diklasifikasikan pada cara budidayanya bisa diklasifikasikan menjadi 3 cara budidaya. Yaitu cara beternak tradisional (ekstensif), cara beternak terstruktur (intensif), dan cara beternak tradisional dengan tetap berpakem pada sistem modern. Selanjutnya akan kami ulas satu-persatu cara beternak itik Alabio beserta sistemnya.


Cara budidaya itik Alabio Ekstensif (Tradisional)

Cara beternak itik petelur secara tradisional banyak diaplikasikan oleh kalangan peternak jaman dulu, dimana masih belum banyak mengenal teknologi, fasilitas, dan kecanggihan. Cara ini bisa dikatakan beternak secara ala kadarnya tapi bukan asal-asalan. Biasanya pada cara ekstensif tidak dipedulikan jumlah jantan dan betina, standarisasi kandang, dan nutrisi makanan. Keterlibatan peternak juga jarang, mereka lebih memilih melepas itik peliharaannya di rawa sehingga itik Alabio mereka tumbuh dengan alam, hal ini juga dikarenakan para peternak sekedar memelihara sebagai hobi atau tidak untuk memenuhi permintaan pasar. Sistem Lanting merupakan salah satu wujud beternak secara ekstensif. Sistem ini banyak diaplikasikan di daerah rawa dengan membuat kandang dari bambu dengan keadaan dibangun di atas air dengan daya tampung rata-rata 500-1000 ekor.

macam-macam cara ternak itik alabio petelur mudah dan tepat
Ada berbagai cara mudah beternak itik Alabio

Cara budidaya itik Alabio Intensif (Modern)
Cara pemeliharaan intensif merupakan cara budidaya yang sudah dikatakan “modern” karena berlawanan dengan cara ekstensif dimana teknologi, sarana-prasarana mulai banyak diaplikasikan. Dengan berbagai standarisasi dan nutrisi pakan sudah ditimbang, maka bukan tidak mungkin jika cara budidaya intensif banyak dipakai oleh banyak kalangan terutama untuk meningkatkan tingkat produksi itik Alabio untuk memenuhi permintaan pasar dimana diperlukan itik dengan kualitas dan kuantintas baik yang akan berpengaruh pada harga jual itik Alabio itu sendiri. Tentunya sebelum mengaplikasikan cara ini biaya, tenaga kerja, dan kesiapan haruslah diutamakan agar tidak sampai mengalami kerugian.

Cara budidaya itik Alabio Semi-Intensif (Semi-Modern)

Cara budidaya semi-intensif merupakan gabungan dari cara ekstensif dan intensif, dimana cara tradisional dipadukan dengan cara modern. Sebagai contoh adalah penggunaan bahan dari alam seperti ikan-ikan kecil, siput, keong mas, udang, tanaman air, dan rumput rawa bila diukur secara cermat bisa dikombinasikan untuk menghasilkan pakan ternak murah ber-protein tinggi sehingga produksi telur akan meledak. Biasanya cara ini banyak diaplikasikan pada budidaya itik Alabio petelur untuk diambil telur itiknya yang baik bagi kesehatan dan dijadikan komoditas usaha bisnis telur itik. Cara semi-intensif memang direkomendasikan karena selain ekonomis, juga baik untuk melatih kreatifitas para peternak untuk mengkombinasikan bahan-bahan dari alam.


Demikian informasi singkat dari tim Usahaternak mengenai cara-cara budidaya itik Alabio, semoga bermanfaat. Untuk informasi-informasi lainnya akan segera kami berikan untuk hasil terbaik pada usaha ternak anda.